Buku Carnegie Pertama

Buku Carnegie Pertama

Kesalahan terbesar seorang dokter adalah ketika ia hanya mencoba menyembuhkan tubuh sang pasien, tanpa memikirkan kesehatan jiwa pasien tersebut. Padahal tubuh dan jiwa adalah satu dan tidak dapat ditangani secara sendiri-sendiri.

Plato

Akhirnya saya membeli buku karya Dale Carnegie dan mulai membacanya. Sorge dich nicht, lebe! menarik minat saya seketika membaca judulnya yang kalau di bahasa inggriskan menjadi How to Stop Worrying and Start Living.

Salah satu tema bahasan buku yang saya suka memang yang berkaitan dengan motivasi, pengembangan diri, karir dan sejenisnya. Jangan tanya kenapa, karena yang saya tahu bahwa saya nyaman membaca tema-tema tersebut dan senang membantu diri serta orang lain untuk berada dalam keadaan perasaan terbaik sehingga wajah yang resah menjadi lebih tenang dan bisa menerima keadaan meski ia berat dan sulit.

Saya seorang Melankolis-Plegmatis. Itu jelas dan sangat tampak. Orang bahkan dapat dengan mudah menduganya lewat tulisan-tulisan saya, tanpa pernah bertemu langsung.

Apa yang dibicarakan oleh Carnegie dalam buku ini adalah hal umum yang cukup sering kita dengar. Tentang buruknya rasa khawatir yang berlebihan dan bagaimana agar kita lebih memikirkan hari ini ketimbang sibuk meratapi masa lalu atau bergantung terlalu jauh pada masa depan, sehingga lupa untuk menikmati dan menjalani hari yang tengah berlangsung.

Meski baru sampai pada halaman 65 tetapi ada banyak sekali hal-hal positif yang saya dapatkan di sini. Barangkali juga karena cocok dengan situasi saya belakangan ini.

Rasa khawatir yang begitu mudah muncul dalam hati dan pikiran kita akan mempengaruhi keputusan-keputusan yang akan kita buat. Bahkan langkah yang lebih kecil dari itu, misalnya menolak menjawab pertanyaan sederhana atau ragu-ragu menjawab panggilan telepon karena bayangan-bayangan buruk yang bisa terjadi. Yang lebih parah adalah ketika kekhawatiran yang tertanam begitu kuat sehingga kemudian membuat kesehatan tubuh dan jiwa kita terganggu.

Itulah aspek utama yang dibahas oleh Dale Carnegie sampai halaman 65 yang saya baca.

Saat ini dorongan agar saya menulis buku dan menerbitkannya terasa amat sangat kuat. Tetapi ada rasa ragu yang selalu menghambat saya, juga mengganggu konsentrasi untuk menghasilkan karya yang sebaik-baiknya. Kadang khawatir buku saya tidak akan ada yang mau baca. Khawatir buku saya hanyalah sampah. Khawatir penilaian dan respon orang diluar dugaan saya. Serta kekhawatiran-kekhawatiran lainnya yang tidak perlu dan tidak penting.

Pada kenyataannya terlalu banyak rasa khawatir tidak akan membawa kita kemana-mana. Kita berhenti mengejar cita-cita. Kita berhenti menyelesaikan masalah. Kita berhenti percaya bahwa untuk menggapai puncak tertinggi dimulai dengan langkah pertama. Mungkin kecil. Mungkin sederhana. Tetapi itu amat sangat berarti.

Saya harus mengurangi perasaan khawatir yang berlebihan itu. Kemudian fokus pada buku yang ingin saya terbitkan. Bagaimanapun nantinya. Menyenangkan atau tidak pada akhirnya. Yang terpenting adalah bagaimana saya tetap merasa nyaman dan senang dalam menulis, menciptakan karya yang bagi saya itu hal terbaik yang dapat saya lakukan hari ini.

Bismillah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected!