Indonesia Harus Lebih Baik

Selasa, 30 April 2019. Pagi hari mendapati berita tentang korban meninggal dan sakit karena kelelahan menyelenggarakan pemilu jumlahnya meningkat.

Innalillahi wa inna ilahi raaji’un.

Seorang yang beriman tentu mengembalikan semuanya kepada Tuhan. Percaya bahwa ini ketentuan dan kuasaNya. Akan tetapi, kita tetap tidak boleh menganggap penyebab kematian ini adalah sebuah kewajaran.

Tidak. Tidak ada kewajaran yang ditimbulkan oleh kelelahan karena pekerjaan. Di sana ada faktor-faktor kelalaian manusia yang menjadi penyebabnya. Terutama manusia-manusia yang bertanggung jawab menyelenggarakan pemilu dalam level Pejabat Negara.

Mereka yang wafat adalah para petugas. Sementara pihak yang seharusnya menjadikan sistem pemilihan ini berlangsung dengan baik dan lancar, jelas sekali kelalaiannya hingga mengakibatkan korban meninggal sedemikian banyak.

Indonesia harus lebih baik. Indonesia harus punya pemimpin yang tegas. Yang mengerti bagaimana seharusnya memimpin. Yang paham bahwa Indonesia ini luas luar biasa. Penduduknya banyak dan terus bertambah. Oleh sebab itu ilmu dasar kepemimpinan amat sangat harus ia kuasai.

Pemimpin tidak boleh sekadar berada dalam wilayah koordinasi dan pendelegasian tugas. Memberikan kuasa penyelenggaraan pemilu kepada KPU dan Banwaslu sepenuhnya, lalu lari sama sekali dari tanggung jawab atas hal-hal yang tidak diinginkan sebelum semua terjadi, saat berlangsung, juga selepas pemilu. Pemimpin -dalam hal ini Presiden– harus selalu menjadi kepala negara yang mengawasi dan memastikan bahwa penyelenggaraan negara dalam berbagai aspek berjalan dengan baik.

Kita harus sadar dan menerima bahwa korban-korban yang jatuh akibat pemilu adalah kesalahan besar yang tidak boleh lagi terjadi. Partisipasi kita sebagai warga negara juga tidak boleh diganggu dalam mengkritik pemerintah agar negeri yang kita cintai ini, negeri yang menjadi rumah kita bersama, adalah negeri yang aman dan nyaman bagi siapapun.

Mengkritik adalah hak kita dan mengkritik adalah upaya sebuah negara demokrasi mencapai keadilan, kesejahteraan, dan perbaikan dalam berbagai bidang. Tidak ada pemimpin yang tanpa cacat. Tidak ada keputusan negara yang selalu sempurna. Maka upaya-upaya ke arah kesempurnaan itu, tidak boleh ditutup atau dihalangi.

Indonesia harus lebih baik. Dan akan lebih baik. Insya Allah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected!