Islam dan Integritas

Islam dan Integritas

Dahulu sewaktu Islam datang, ia tak serta merta menawarkan kepastian pengaruh, kekuasaan, kedudukan, atau gelimang harta. Justru sebaliknya, memilih Islam berarti membuka kemungkinan hilangnya semua keistimewaan itu.

Kesetaraan dengan mantan budak. Kesulitan akses atas kekuasaan. Kehilangan pengaruh dan nama besar. Pemboikotan yang mengancam bisnis yang telah terbangun. Kekurangan harta. Bahkan siksaan fisik. Semua itu nyata dan terjadi.

Tetapi Islam tetap hadir. Islam tetap datang dan menawarkan gagasannya akan perbaikan individu dan lingkungan. Perbaikan dalam kacamata Islam yang mengedepankan nilai ketuhanan, kemanusiaan, keadilan, keamanan, perbaikan ekonomi, serta berbagai asas kepedulian atas sesama.

Islam tak membantah kemungkinan hilangnya keistimewaan seseorang setelah ia memeluk agama ini, namun Islam mengajak pada perbaikan yang bersesuaian dengan kebutuhan dasar manusia. Menjamin hak-hak tiap individu. Serta mendorong kemajuan dan kesejahteraan yang merata.

Tetapi sekali lagi, semua itu, pada masa-masa itu, masih dalam tataran nilai dan belum terbukti sebab Islam baru lahir.

Memilih Islam pada waktu itu adalah keputusan yang amat sangat berat. Hidup mati bagi sebagian orang. Maka mereka yang pertama-tama menjadi muslim, memilih agama ini dengan kesadaran sendiri, kelak akan menjadi pembela terdepan. Orang-orang yang paling sabar menjalani hidup. Paling sungguh-sungguh mengamalkan dan menyebarkan nilai-nilai Islam.

Islam tidak bisa dipilih tanpa integritas. Tidak bisa dipilih tanpa kerelaan berkorban. Tidak bisa dipilih jika hanya ingin kemudahan dan keuntungan. Atau selalu menang dalam setiap peperangan. Pada waktunya, mereka yang lemah keyakinan dan integritasnya akan menyerah dan kembali pada keadaannya semula.

Daya tahan kita akan selalu diuji. Kesabaran kita akan selalu dimatangkan. Cara kita memandang harapan atas hidup yang lebih baik akan selalu dikokohkan. Setiap ujian itu adalah pertanyaan kembali tentang sikap kita, tentang keputusan kita memilih Islam, tentang keyakinan kita memilih barisan.

Pada akhirnya seorang muslim adalah seorang manusia yang teguh hati. Siap berpihak pada kebenaran dan keadilan. Karena seorang muslim adalah seseorang yang memiliki integritas.

©achmadlutfi | 21 Mei 2019

Pic: unsplash.com/@negafolk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected!