Pejuang dalam Demokrasi

Pejuang dalam Demokrasi

Jika demokrasi adalah tentang keterwakilan, maka sikap, suara, apalagi keputusan seseorang yang dijadikan wakil tak boleh berdasarkan atas perasaan-perasaan atau dugaan-dugaannya sendiri, sekalipun ia benar.

Menjadi pemikul amanah dalam alam demokrasi menuntut seseorang untuk menggunakan telinganya jauh lebih banyak untuk mendengarkan suara orang lain bahkan sebelum ia mendengarkan suaranya sendiri. Ia mesti berjiwa tegar, tegar untuk mau menyimak suara seperti apapun. Entah dengung yang tak jelas. Entah nyaring teriakan yang dibawa seorang miskin. Entah isak seorang ibu yang pundaknya hampir patah membawa beban hidup segenap keluarganya.

Prinsip-prinsip demokrasi yang bersesuaian dengan hakikat musyawarah tak hanya bicara tentang pemberian kepercayaan. Lantas ia yang pergi menuju gelanggang berjuang sendiri, mengambil sikap sendiri, menganggap kepercayaan atas dirinya adalah sepenuhnya tentang kemampuan yang ia miliki, tentang kecerdasannya, tentang pengalamannya, tentang tekad dan daya juangnya, yang jika disimpulkan kesemua itu ia anggap hanya tentang dirinya sendiri.

Berdirilah, langkahkan kakimu kepada asal suara-suara itu. Simak mereka sebagaimana mereka menyimak kata-kata dan cerita hidupmu sehingga kepercayaan itu mereka limpahkan di atas pundakmu. Resapi nyanyian keluh yang beragam itu, rasakan keinginan mereka, meski tak mungkin semua kan terpenuhi tetapi pastikan, bahwa apapun keputusanmu setelah ini, tak lain adalah setelah kamu memahami apa yang terjadi sebenarnya.

Jika demokrasi adalah tentang keterwakilan, maka siapapun tidak sedang berjuang sendirian, sebab ini semua tentang kebersamaan. Maka seseorang yang menanggung beban kepercayaan, ia berjuang setelah mendengar, ia pun berjuang setelah berbicara. Bukan membeberkan strategi yang akan ia gunakan dalam berjuang, melainkan menyampaikan sebuah keterus terangan tentang sebab dan tujuan atas langkah yang diambil, karena keterwakilan dan kebersamaan menuntut dua hal besar itu, mendengarkan dengan tulus dan berbicara dengan penuh kejujuran. 

Lalu apapun hasil perjuangan yang ditempuh, maka mereka yang mempercayaimu tidak akan pergi kemana-mana, sebab hati mereka telah bersama dengan hatimu, dan dalam tiap langkah dan keputusanmu mereka seakan melihat diri mereka sendiri.

©achmadlutfi | 13 Juli 2019

Pic: unsplash.com/@exxteban

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected!