Penasaran Manajemen

Penasaran Manajemen

Saya nggak tahu, apakah memang pada usia-usia tertentu seseorang akan merasa begitu kepo-nya dengan ilmu-ilmu baru yang benar-benar di luar latar belakang pendidikannya.

Karena ini yang sedang saya alami.

Jika tahun lalu saya begitu haus dengan membaca buku-buku non fiksi, maka tahun ini kehausan itu bertambah, yaitu saya ingin sekali mempelajari ilmu manajemen.

Mulanya karena saya ingin mulai mewujudkan cita-cita sejak kecil: ingin menjadi pengusaha. Ingin mengelola sebuah bisnis. Ingin bisa membuka lapangan kerja seluas yang saya bisa. Ingin bisa berdampak positif bagi banyak orang. Ingin bisa menolong mereka yang kelaparan, kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan, dan berbagai persoalan lainnya.

Intinya, saya ingin menjadi manusia bermanfaat.

Apakah lantas harus menjadi pengusaha? Tentu tidak.

Keinginan berbisnis entah kenapa muncul begitu saja. Mungkin waktu kecil saya lihat pengusaha itu keren aja, banyak waktu buat keluarga, dan salah satu jalur menjemput rizki yang luas. Yah, tentu saja itu pandangan anak kecil yang banyak tidak pahamnya.

Dulu sempat berpikir, bahwa kelak akan mendirikan usaha di bidang favorit saya, yaitu otomotif. Akan tetapi seiring waktu yang berlalu, tampaknya saat ini mimpi tersebut tidak realistis. Baik karena modal, karena kesempatan, juga karena hal lainnya.

Entah apa kesempatan yang akan datang kepada saya suatu saat nanti. Saya masih ingin menjadi pengusaha. Baik di bidang otomotif atau bukan. Karena hal itu menjadi tidak penting. Yang paling penting adalah kemampuan manajerial saya, kemampuan leadership saya, berhasil atau tidak membangun sebuah bisnis yang bertumbuh dan berkembang.

Oleh sebab itu saya mulai fokus mempelajari banyak hal tentang ilmu manajemen yang rupanya luar biasa luas dan beragam. Di samping itu, mau tidak mau saya juga mesti memahami dunia marketing. Betapa tidak, marketing juga menjadi salah satu fondasi pentingnya sebuah bisnis berjalan dan membesar.

Ilmu tentang marketing juga tak kalah hebat, ia sangat adaptif dengan perkembangan zaman. Adaptif dalam pengertian, bahwa ilmu marketing senantiasa selalu dibutuhkan dalam dunia usaha. Lihat saja istilah digital atau internet marketing. Salah satu bukti ilmu marketing yang terus menerus mengikuti langkah kemajuan peradaban.

Lantas untuk mulai memahami soal manajemen dan marketing atau hal-hal pokok tentang bisnis agar saya memahami alur dan bahasanya, maka saya mengumpulkan tema-tema yang perlu saya baca atau pelajari:

Teori Bisnis

Perkenalan dan pemaparan tentang bahasa-bahasa bisnis, seperti Manajemen dan Marketing:

  1. Pengantar dan Dasar-Dasar Manajemen
  2. Manajemen:
    1. Manajemen Keuangan/Akuntansi
    2. Manajemen Pemasaran/Marketing
    3. Manajemen SDM
    4. Manajemen Produksi
    5. Manajemen Operasi
    6. Manajemen Strategis
    7. Manajemen Informasi
    8. Manajemen Pendidikan
  3. Sales dan Marketing
  4. Public Relation
  5. dst.

Gagasan Bisnis

Tentang ide-ide dan gagasan memajukan bisnis, baik dari pelaku bisnis maupun konsultan seperti buku-buku Seth Godin, Hermawan Kertajaya dll.

Metode Bisnis

Digital / Internet Marketing

  1. SEO
  2. SEM
  3. Facebook Ads
    1. CPC / Click Per Cost
    2. CPV / Click Per View
    3. CPA / Click Per Action
    4. CTA / Call To Action
  4. Google Ads
  5. Google Adsense
  6. Google Analytics
  7. Google My Business
  8. E-Mail Marketing
  9. Pixel
  10. Sales Funnel
  11. dst.

Setidaknya itu tema-tema yang saya temukan untuk saya mengerti. Karena saya buta tentang Marketing dan perkara Manajerial sebuah usaha. Padahal tema tersebut ibarat bahasa, bagaimana bisa saya lancar berkomunikasi dan lancar melangkah jika saya gagap dan sama sekali tak paham dengan bahasa-bahasa yang tidak saya pelajari.

Tentu ilmu akan semakin banyak dan bertambah, maka akan semakin banyak pula yang mesti saya pelajari. Namun setidaknya saya memerlukan gambaran yang jelas untuk mulai masuk dan memahami, agar ketika saya memutuskan untuk meluncur ke lautan bisnis, saya bisa berenang dengan baik, tidak lantas tenggelam, lalu hanyut di kemudian hari.

achmadlutfi| 19 April 2020

Pic: unsplash.com/@firmbee

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected!